Tampilkan postingan dengan label Sajak dan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak dan Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Cinta : Ajari Aku

 

Puisi Cinta Sedih : Ajari Aku 


Puisi Cinta Sedih



 Ajari aku,

Untuk berhenti menjadi api, saat uap air putih tak lagi menepi,

Untuk tak menunggu surya bersemi, senjana redum memupus semua harapan dan mimpi,

Untuk membiarkan rumbia kecil mati, ketika batang-batang air tak lagi berbaik hati.

 

Ajari aku, untuk menjadi sepertimu,

Agar aku menjadi yang pertama pergi, menampik perasaan lain yang mungkin akan kubuat mati.

Agar kakiku ringan ketika berlari, seolah aku tak boleh menoleh dan berharap kembali

Agar rasa ini lekas mati, hingga aku tak lagi memiliki alasan untuk mencintai


Kumohon ajari aku,

Bagaimana bisa kau melakukan semua itu?

Membiarkan syair ini terus mengalir ketika perpisahan sudah menjadi tabir? 


Karena aku tak tahu apa lagi yang dapat kuberi,

Karena aku tak tahu, bahtera mana yang singgah menjemputku nanti

Karena aku tak tahu, bagaimana caranya agar berhenti mencintai

 

Biarkan aku belajar darimu,

Hingga diri ini mengerti, bahwa halaman baru telah bergulir, dan pena harus berhenti mengukir

 



Puisi Cinta : Kubilang Sampai Jumpa Bukan Selamat Tinggal


Puisi Cinta : Kubilang Sampai Jumpa Bukan Selamat Tinggal 

Karya : Fatihatun Puti Sabrina


Puisi Cinta Sedih
Image source : Freepik




 Kubilang sampai jumpa, bukan selamat tinggal.

Angan tersirat untuk kembali bertatap muka, melengkapi kepingan cerita yang sempat terpenggal

 

Kubiarkan jarak menjadi jejak, lakuna hati yang belum jua terobati, 

Memberi celah untuk rindu singgah dan menatap, menemani nestapa dalam diri ini. 

 

Kubilang sampai jumpa bukan selamat tinggal,

Dua kata penuh makna, berharap renjana cintamu masih tertinggal,

 

Seperti guratan pena yang membekas pada helaian kertas yang usang,

Seperti arunika yang  selalu hadir sekalipun sempat digantikan oleh petang,

Seperti asa di dalam jiwa, yang berharap esok masih ada cerita, tidak hanya senandika sedih yang terkubur bersama citta.

 

Kubilang sampai jumpa bukan selamat tinggal

Bermakna ini bukan perpisahan, hanya bukti keyakinan pada semesta dan jalan Tuhan.

Mungkin sampai waktu enggan merahasiakan, dan jarak berhenti memisahkan.

Atau mungkin diri ini lelah dan enggan bertahan, saat semua doa dan rapal tidak jua merubah keadaan

 

Tapi kumohon,

Biarkan aku mengatakan sampai jumpa bukan selamat tinggal,

 

Biarkan harapan itu tetap terjaga, mengabaikan kekecewaan dan semua denai air mata.

Entah aku akan kembali atau daksamu yang akan tandang

Hatiku yakin selalu terdapat cinta yang layak untuk diperjuangkan. 

 

 


Puisi Cinta : Derana Hati

Puisi Cinta : Derana Hati

Karya : Fatihatun Puti Sabrina


Puisi cinta sedih
Puisi cinta -Derana Hati


Detik berjalan, termin belum jua berhenti berputar.
Belenggu sebuah kenangan, mengolok rasa yang belum memudar.


Satu hati yang hilang, menunggu sang puan menemukan jalan pulang.
Derana jiwa yang malang, dalam jeratan bui impresi dan angan-angan.


Seperti unjuk pelangi, yang meninggalkan gurat ketika derai hujan berhenti melesat.
Seperti baskara malam, yang masih terlihat ketika rembulan tidak lagi menetap.
Seperti itu hatinya bersiteguh,
renjana hati yang belum jua runtuh.


Namun bila tabir sudah menjadi ketetapan,
Maka ikhlas adalah sebuah keharusan,


Menutup untaian narasi yang panjang,
Mengakhiri romansa, 
nirwana sekejap yang manis untuk dikenang.







Puisi Cinta : Pupus

 

 PUISI CINTA : PUPUS

Karya : Fatihatun Puti Sabrina.
 
Puisi Cinta
Image source : Freepik


Dersik terdengar bersama citta yang belum memudar
Menemani sebuah elegi, menusuk tepat di dalam relung hati


Pena masih mengukir, ketika ia sadar bahwa cerita sudah berakhir
Seperti menunggu sebuah suar, dalam gurun-gurun pasir yang gersang


Cintanya pergi, meninggalkan lakuna dalam diri
Bawa aku pergi, jerit batinnya tanpa henti
Derana menyiksa jiwa, hidupnya hampir terasa gila.
Mengapa cinta harus tercipta, bila membuat hati mati tanpa rasa?


Pupus, denai cerita harus dihapus, 
Sebuah tali yang harus diputus, sekalipun kasih masih mengalir dengan tulus.

Menyeret diri dalam dekapan nestapa, melepas belenggu dari sebuah romansa,
"Lalu sekarang apa?" ketika asa adalah hal terakhir yang tersisa.



Image source: Freepik